Mungkin dia sudah lupa erti rindu

Yang sudah ditepiskan bertahun-tahun dulu
Tangisan yang tidak tersambut

Panggilan tidak tersahut

Dingin tak terselimut

Hanya malam kelam

Hidup mandiri

Belajar sendiri

Berjalan sendiri

Bermain sendiri

Berkelana juga sendiri

“Saya sudah tidak punya ibu.”

Suara dalam anak muda

Sudah lama putus asa

Mengharap ibunya kembali

Namun Sukma memanggil

Merayu

“Tapi dia tetap ibu kamu.”

Hati anak muda

Yang awalnya putus asa

Tergerak jua

Sambil mencari kembali

Cinta

Merenung, memikir

Dalam keliru mundar mandir

Cuba mentafsir

Apa ertinya semua ini

Lalu akhirnya

Dengan debar di dadanya

Gelisah di fikirannya

Pintu diketuk

Sukma menyambut

Senyuman manis di wajahnya

Wanita tua itu dipimpin keluar

Dengan wajah tidak pasti

Mereka saling mendekati

Dakapan wanita tua itu

Dibalasnya kembali

Dua puluh lima tahun menanti

Saat ini

Nafas ditarik 

Mengambil setiap detik

Pertemuan

Rasa yang tersemat di raga

Tidak terungkap dengan kata-kata

Maka mengalirlah air mata

Dua insan

Anak dan ibunya

Melepas kerinduan

Yang menusuk segenap jiwa

Maafkanlah

Bersatulah

Ibu itu tetap ibu

Advertisements